Home » » Pemanfaatan Energi Tubuh Manusia Untuk Menjaga Imunitas dan Pengobatan Penyakit Part 1 dan Part 2 ( Copas dari Kang Dedi Misbah)

Pemanfaatan Energi Tubuh Manusia Untuk Menjaga Imunitas dan Pengobatan Penyakit Part 1 dan Part 2 ( Copas dari Kang Dedi Misbah)

Written By drh.Kunta Adnan Sahiman on Thursday, October 11, 2012 | 6:10 PM

Pemanfaatan Energi Tubuh Manusia Untuk Menjaga Imunitas dan Pengobatan Penyakit Part 1 dan Part 2 ( Copas dari Kang Dedi Misbah)

PART 1

Prolog:
 Secara teori & fakta, tubuh itu lengkap, dia bisa mengobati diri sendiri, karena dalam tubuh manusia terdapat sistem kekebalan tubuh yang fungsinya untuk melindungi tubuh dari bakterio atau benda asing lainnya yang berasal dari luar tubuh. Fungsi obat hanya untuk memancing kekebalan tubuh. Kalo kekebalan tubuh itu bisa dipancing oleh tubuh sendiri itu akan lebih aman dan obat hanya menjadi ketergantungan. Di dalam tubuh manusia terdapat mitokondria, yaitu organel sel dalam tubuh yang menghasilkan Adenosin Tryphospat (ATP), akselelator (untuk mengaktifkan) Q10 (pengaktifnya yang dihasilkan oleh hati). Sedangkan Adenosin Tryphospat (ATP) sendiri menghasilkan energi.
 Dg Adenosin Tryphospat (ATP) diproses glikogen + Oksigen menjadi energi. Mitokrondia itu terdapat diseluruh tubuh.
 Ada penelitian Cann & Wilson: 1 cm3 sel mitokondria yaitu sebesar dadu dapat menghasilkan listrik 200.000 volt.

Kekebalan tubuh, sepengetahuan saya,ada dua bagian:
1) Humoral yaitu kekebalan tubuh yang dibentuk oleh cairan-cairan yang dapat mengusir dan membunuh antigen,
2) Selular yaitu kekebalan tubuh yang dibentuk oleh sistem sel. Salah satu jenis selnya adalah sel T4. sel T4 ini yang dirangsang oleh energi yang dihasilkan Adenosin Tryphospat (ATP).

Untuk membangkitkan energi tubuh seseorang adalah dengan pengoptimalan oksigen yang diserap ke dalam darah untuk merangsang Adenosin Tryphospat (ATP) supaya menghasilkan energi lebih banyak dan dikumpulkan dalam satu titik.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
 (QS:At-Tiin:4)

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ اللَّـهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّـهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ اللَّـهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka KEKUATAN APA SAJA yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh ALLAH dan musuhmu dan musuh selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang ALLAH mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan ALLAH niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
 (QS:Al-Anfaal:60)


Bab 1

Manusia merupakan mahluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, tetapi justru sering dilupakan oleh manusia itu sendiri. Manusia dapat berbicara, berjalan, jantung berdenyut serta berbagai aktifitas hidup lainnya di dalam tubuh merupakan peristiwa yang erat hubungannya dengan masalah listrik. Semua alat tubuh manusia, khususnya syaraf dan otot dalam menjalankan fungsinya selalu berkaitan dengan peristiwa listrik. Dengan demikian sebenarnya manusia merupakan satu kesatuan sistem biolistrik (tenaga dalam) yang sangat menarik untuk diamati. Manusia disusun oleh lebih 1 triliun sel, yang masing-masing sel mempunyai muatan listrik lebih kurang 70mV dengan muatan positif diluar membran sel dan muatan negatif didalamnya. Cukup hanya dengan hubungan seri menggunakan 3.000 sel saja akan dihasilkan beda potensial sebesar 270 volt, lebih besar dari tegangan listrik 220 volt milik PLN. Andaikan listrik dalam 1 triliun sel itu dapat kita manfaatkan seluruhnya maka betapa dahsyatnya potensi energi tubuh manusia itu sesungguhnya.

Siklus energi
Mari kita mulai dengan melihat kasus yang sederhana, sebuah bola lampu pijar.
Bilamanakah bola lampu tersebut dapat berpijar ?
Tentunya kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan mudah, sebuah bola lampu dapat berpijar bila ia mendapatkan arus listrik yang akan memendarkan filamennya.

Kita mengenal hukum kekekalan energi, energi yang diterima selalu sama dengan energi yang dihasilkan, bahwa energi tidak dapat hilang tetapi hanya berubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya.

Perhatikan lampu mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan energi panas, sel matahari mengubah energi sinar menjadi listrik, mesin bensin mengubah energi kimia menjadi energi gerak dan panas, sistem pembangkit listrik tenaga uap mengubah energi kimia (gas/batubara) menjadi energi panas untuk menghasilkan uap (energi kinetik) yang menggerakkan turbin untuk menghasilkan energi listrik.

Mari lihat sekeliling kita, terdapat beragam perubahan bentuk energi dan siklus energi. Matahari melepaskan energi dari reaksi fusi atom, energi ini diradiasikan dan diterima oleh tumbuhan yang menggunakan energi sinar matahari ini ke bentuk energi kimia (gula, amilum, selulosa, vitamin, dll) yang akhirnya dikonsumsi oleh manusia.

Jika lampu pijar membutuhkan energi listrik, maka manusia secara normal membutuhkan makanan sebagai bahan utama pensuplai energinya. Secara singkat bahan makanan diproses oleh sistem pencernaan menghasilkan energi penggerak aktifitas tubuh yang dibutuhkan untuk menggerakkan sistem syaraf, pergerakan motorik tubuh, sistem trasportasi, sistem imunitas tubuh, dll
  Tubuh manusia mengonversi/mengubah energi kimia dalam bentuk makanan menjadi energi kinetik, gerak, energi listrik yang digunakan dalam penyampaian sinyal syaraf, dll. Jika tumbuhan yang menyimpan kelebihan energinya dalam bentuk umbi batang/umbi akar/buah/bentuk lainnya, demikian pula dengan manusia. Manusia pun menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak, gula darah/glikogen, dan senyawa lainnya yang disebar di sel-sel tubuh.
  ATP-Adenosin Tri Phosphat
  Dalam tubuh kita terjadi pernafasan sel yaitu proses oksidasi zat makanan seperti gula menjadi karbon dioksida dan air. Energi hasil proses ini disimpan dalam bentuk ATP untuk selanjutnya digunakan dalam seluruh aktifitas sel yang membutuhkan energi.

Dalam sitoplasma sel tubuh kita, terdapat organel sel yang memiliki fungsi utama untuk mengubah energi kimia dari makanan menjadi ATP. Organel ini dinamakan mitokondria.

ATP adalah molekul berenergi tinggi dengan tiga gugus fosfat. Molekul ini berfungsi sebagai baterai, elemen penyimpan dan pemindah energi. Energi yang didapatkan dari hasil metabolisme bahan makanan disimpan dalam bentuk ikatan adenosin-phosphat. Tubuh akan memutus ikatan ini untuk menghasilkan energi saat diperlukan. Ketika adenosin tri-phosphat melepas satu molekulnya, maka ia menjadi adenosin di-phosphat (ADP) dengan dua molekul phosphat, ADP masih dapat melepas lagi satu molekul phosphatnya menjadi adenosin mono phosphat (AMP). Dalam proses pelepasan inilah energi dikeluarkan.

ATP --> ADP + Energi
ADP --> AMP + Energi
  ADP dan AMP kemudian akan menyerap energi untuk kembali dapat mengikat gugus phosphat membentuk ATP dan ADP kembali dengan bantuan kreatin phospat
  Untuk memudahkan pemahaman konsep ini, kita dapat menganalogikannya dengan siklus baterai isi ulang. Ketika kita memproses bahan makanan, kita menghasilkan energi yang besar yang beranalogi dengan arus listrik rumah. Tubuh kita tidak langsung menggunakan seluruh energi ini, ia menggunakannya secara bertahap dan mendistribusikannya ke sel-sel yang membutuhkan hal ini dilakukan dengan menyimpan energi kedalam bentuk ATP yang beranalogi dengan proses kita menyimpan energi listrik dalam baterai isi ulang. Setelah digunakan, maka kita tentunya mengisi ulang kembali beterai tersebut, tubuh melakukan hal yang sama dengan mengirim ATP yang telah kehilangan energi dalam bentuk ADP/AMP kembali kedalam sel untuk menyerap energi membentuk kembali ATP
  Konsep ATP ini memegang peranan penting dalam menjelaskan konsep energi tubuh manusia (tenaga dalam). Secara umum, saya memandang energi hasil pelepasan molekul phosphat yang terjadi ditingkat molekuler dalam tubuh manusia inilah yang disebut dengan tenaga dalam (TD). Sehingga kita memandang bahwa semua manusia telah memiliki tenaga dalam (TD). Saya mencoba membantu rekan2 untuk dapat memperkuat dan memfokuskan energi TD melalui rangkaian teknik latihan tertentu

Sistem Pertahanan Tubuh

Pernahkah anda merasa marah atau takut ?
Pada saat marah atau takut, tubuh mengeluarkan hormon adrenalin, hormon inilah yang memicu pemecahan cadangan energi tubuh dalam bentuk ATP dan ADP menghasilkan energi instan. Mekanisme tubuh ini tentunya sangat beralasan. Saat marah, maka tubuh mempersiapkan diri untuk konflik dan pada saat takut tubuh mempersiapkan diri untuk mempertahankan diri. Klebihan energi ini menyebabkan jantung kita berdetak lebih cepat yang membuat kita memiliki tenaga lebih, berfikir lebih cepat. Ini adalah mekanisme pertahanan tubuh kita dari ancaman luar.
  Selain pada saat marah atau takut, apakah kita dapat mengeluarkan energi-energi cadangan ini ? Jawabannya adalah ya, kita dapat mengeluarkan cadangan-cadangan energi ini tanpa harus marah. Mari kita perhatikan tubuh mengagumkan yang Allah amanatkan pada kita ini.
Tubuh manusia dilengkapi otak yang dapat mengatur penggunaan tenaga dengan sangat baik. Saat kita melakukan aktifitas yang berat dan membutuhkan energi besar seperti berolah raga, maka secara otomatis otak memerintahkan pengeluaran hormon adrenalin sehingga detak jantung dan frekuensi nafas meningkat, hal ini untuk mendistribusikan lebih banyak oksigen ke sel. Oksigen inilah yang kemudian digunakan untuk melakukan pembakaran menghasilkan ATP.
  Dengan mengondisikan tubuh agar menghasilkan energi melebihi kebutuhan normalnya, maka kita akan melatih tubuh untuk dapat menyuplai energi yang lebih besar. Sehingga dengan latihan yang konsisten tubuh kita akan beradaptasi menghasilkan tingkat energi lebih dibandingkan orang lain dan kita akan memiliki sel yang lebih kuat.

Pengaruh Konsentrasi
  Konsentrasi, pemusatan, atau pemfokusan adalah proses mengumpulkan hal sejenis pada suatu tempat. Kita dapat mengamati dahsyatnya konsentrasi saat membuat api dari sinar matahari dengan bantuan lensa cembung, sinar laser yang digunakan untuk memotong intan, atau air sebagai pemotong baja.
  Saat kita berkonsentrasi membaca tulisan ini, maka seluruh daya dan perhatian ditujukan untuk memahami tiap kata sehingga suara motor dikejauhan tidak terdengar, suhu ruangan kita abaikan, dan semilir angin tak terasa.
  Dalam berlatih olah nafas, konsentrasi memegang peranan yang penting. Dengan konsentrasi maka otak akan menyiapkan tubuh untuk mengeluarkan potensi optimalnya.

Aerobik - Anaerobik
  Aerobik berarti bersifat menggunakan oksigen, dan imbuhan an- berarti tidak / musuh / bertentangan sehingga anaerob berarti tanpa menggunakan oksigen.
  Manusia adalah mahluk aerob, mahluk yang membutuhkan oksigen dalam proses metabolismenya. Berbeda dengan tumbuhan yang dapat melakukan fermentasi menghasilkan energi secara an-aerobik, sebagian besar energi pada manusia dihasilkan dari proses yang memerlukan oksigen.
  Pada menit-menit awal melakukan olah raga, tubuh kita masih memiliki oksigen terlarut dalam darah yang cukup sehingga sel dapat beraktifitas dengan normal. Seiring dengan aktifitas tubuh, maka kadar oksigen akan berkurang dan tubuh akan mulai mempercepat pernafasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen sel. Saat terjadi kesenjangan persediaan lebih sedikit dari permintaan oksigen, kita memasuki fase latihan yang akan memaksa sel untuk beradaptasi dengan memperbanyak jumlah mitokondrianya, hal ini tentu saja meningkatkan sistem pengelolaan energi sel menjadi lebih optimum.

Pengaturan Nafas
  Mari kita perhatikan perbedaan antara olahraga biasa dengan olah raga dengan pengaturan nafas. Jika pada olah raga biasa pada saat tubuh membutuhkan oksigen suplai oksigen diperbesar dengan nafas yang dipercepat, maka pada olah raga pernafasan justru suplai oksigen ini yang dibatasi.
  Dengan tubuh membutuhkan oksigen dan suplai yang dibatasi, kita menciptakan kondisi latihan dengan lebih cepat dan berlangsung di seluruh sel tubuh. Dengan latihan yang teratur maka sel-sel akan berubah menjadi sel-sel dengan kemampuan metabolisme optimum salah satunya karena sel kita akan memperbanyak jumlah mitokondria. Dengan kondisi sel seperti ini, tentunya kita akan menghasilkan energi jauh lebih banyak dan melimpah dibandingkan mereka dengan sel biasa.
  Dalam fase penarikan nafas, kita berusaha memasukkan udara beroksigen ke dalam paru-paru. Volume total udara yang ditampung saat penarikan nafas ini rata-rata 700 % lebih banyak dari volume penarikan nafas biasa/tanpa dikontrol yaitu 3500 cc berbanding 500 cc.
  Coba rasakan adanya tekanan pada rongga dada saat kita menahan nafas !
  Saat penahanan nafas tekanan dalam paru-paru meningkat hal ini akan mempercepat difusi oksigen ke dalam darah. Ditambah dengan jeda waktu yang kita berikan maka makin banyak oksigen yang dapat diikat oleh haemoglobin darah.
Saat pembuangan nafas, kita melakukannya dengan perlahan dan hingga habis sehingga karbon dioksida sisa metabolisme tubuh dapat dibuang secara tuntas.
  Dengan pengaturan nafas yang benar, maka dari nafas satu ke nafas yang berikutnya, kita akan membentuk ‘aliran oksigen’ yang kuat dan teratur dalam sistem sirkulasi kita. Hal inilah yang merupakan modal bagi penguatan sistem energi tubuh.

Bagaimanakan tubuh menggunakan energinya ?
  Kita mendapatkan energi dari proses mengubah molekul berenergi tinggi seperti gula, lemak, protein, dll yang terkandung dalam makanan menjadi molekul berenergi lemah seperti air dan karbon dioksida. Energi yang ‘dilepaskan’ saat perubahan inilah yang ‘ditangkap oleh AMP/ADP dan kita gunakan untuk proses-proses lain dalam tubuh yang memerlukan energi.

Tidak seluruh energi hasil metabolisme ini dimanfaatkan, hanya 25 % energi yang disimpan dalam bentuk ATP dan siap dimanfaatkan untuk fungsi tubuh. 60 % hilang menjadi panas saat ‘produksi energi’ dan 15 % lainnya juga menjadi panas pada saat ATP digunakan.
  Kita juga tidak menggunakan seluruh ATP. Cadangan-cadangan energi ini disimpan oleh tubuh untuk hingga secara umum kita hanya menggunakan 2,5 % dari energi yang dihasilkan.
  Bayangkan, selama ini, manusia rata-rata hanya memanfaatkan 2,5% energi untuk mengaktifkan seluruh metabolisme di tubuhnya.

To be continued....part 2



PART 2 

Bab 2

SEL Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organisme. Beberapa organisme, misalnya bakteri, merupakan uniseluler, yaitu terdiri dari hanya satu sel saja. Beragam organisme lainnya, misalnya manusia, adalah multiseluler (manusia diperkirakan memiliki 100.000 miliar sel dalam tubuhnya). Teori tentang sel yang pertama kali dikemukakan pada abad ke-19 menyatakan bahwa semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel. Setiap sel berasal dari sebuah sel lainnya. Seluruh fungsi vital bagi organisme terjadi di dalam sel dan sel-sel tersebut mengandung informasi genetik yang dibutuhkan untuk mengatur fungsi sel dan memindahkan informasi kepada sel-sel generasi berikutnya. Kata "sel" berasal dari kata dalam bahasa Latin "cella", yang artinya adalah "ruang kecil". Nama ini dipilih oleh Robert Hooke karena ia melihat adanya kesamaan antara sebuah sel dan sebuah ruangan kecil. Setiap sel memenuhi kebutuhannya sendiri dan merawat dirinya sendiri pula. Mereka bisa mengambil zat-zat nutrisi, mengubahnya menjadi energi, menjalankan fungsi-fungsi khususnya, dan bereproduksi jika dibutuhkan. Setiap sel menyimpan seperangkat instruksinya sendiri untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Setiap sel memiliki kemampuan-kemampuan berikut :
(1) Bereproduksi dengan cara membelah diri.
(2) Metabolisme, termasuk mengambil bahan baku, memproduksi molekul-molekul berenergi dan melepaskan hasil produksinya. Kinerja sebuah sel tergantung pada kemampuannya untuk mengekstrak dan menggunakan energi kimia yang tersimpan dalam molekul-molekul organik. Energi ini didapatkan dari proses metabolisme.
(3) Pembuatan protein-protein, mesin bagi sel-sel tersebut, misalnya enzim. Sebuah sel mamalia rata-rata terdiri dari 10.000 jenis protein yang berbeda.
(4) Memberikan respon terhadap rangsangan eksternal dan internal seperti perubahan temperatur, pH atau kandungan nutrisi.
(5) Mengatur lalu lintas vesikel. Salah satu cara untuk mengklasifikasikan sel adalah dengan mengamati apakah mereka hidup menyendiri atau berkelompok. Organisme-organisme beragam dari yang hanya memiliki satu sel (disebut sebagai organisme uniseluler) yang berfungsi dan mempertahankan diri kurang lebih secara independen, atau membentuk koloni-koloni dan hidup bersama, sampai pada sel-sel multiseluler di mana sel-sel tersebut memiliki spesialisasi masing-masing dan biasanya tidak mampu bertahan hidup jika saling dipisahkan. 220 jenis sel dan jaringan membentuk tubuh manusia. Sel juga dapat diklasifikasikan menurut struktur dalamnya : (1) Sel-sel prokariotik memiliki struktur sederhana. Mereka dapat ditemukan hanya pada organisme uniseluler dan sel-sel koloni. Dalam sistem tiga domain dari klasifikasi ilmiah, sel-sel prokariotik diletakkan pada domain Archaea dan Eubacteria. (2) Sel-sel eukariotik memiliki organel-organel sendiri pada membrannya. Organisme-organisme eukarotik bersel tunggal sangat bervariasi, namun banyak pula bentuk-bentuk koloni dan multiselular (kingdom multiseluler, misalnya Animalia, Plantae dan Fungi, semuanya adalah eukarotik). Setiap sel, baik prokariotik maupun eukariotik, masing-masing memiliki membran yang membungkusnya, sebagai pemisah antara bagian interior dengan lingkungan sel tersebut, secara tegas mengatur keluar-masuknya zat dan mempertahankan potensial listrik dari sel tersebut. Di dalam membran tersebut adalah cytoplasma (zat yang memenuhi sebagian besar volume sel). Setiap sel memiliki DNA, materi pembawa informasi genetik dan RNA, yang membawa informasi-informasi yang dibutuhkan untuk membentuk berbagai protein, misalnya enzim, yang merupakan mesin penggerak utama dari sebuah sel. Di dalam sebuah sel terdapat berbagai zat biomolekul lainnya. Tulisan ini akan secara singkat membahas komponen-komponen primer dari sebuah sel dan kemudian menjelaskan fungsi-fungsinya secara sederhana: (1) Membran sel. Lapisan luar dari sebuah sel eukarotik disebut membran plasma. Bentuk lain dari membran plasma juga ditemukan pada sel-sel prokariotik, namun pada organisme-organisme ini biasa disebut sebagai membran sel. Membran ini bertugas untuk memisahkan dan melindungi sebuah sel dari lingkungannya, dan sebagian besar terbentuk dari lipida berlapis dua (molekul semacam lemak) dan protein-protein. Pada membran ini terdapat berbagai molekul lain yang berfungsi sebagai saluran dan pompa yang memindahkan berbagai molekul keluar dan ke dalam sel. (2) Cytoskeleton. Cystoskeleton adalah sebuah komponen sel yang sangat penting, kompleks dan dinamis. Komponen ini berfungsi untuk mengatur dan mempertahankan bentuk sel, menahan organel-organel pada tempatnya masing-masing, dan menggerakkan bagian-bagian sel dalam proses pertumbuhan dan pergerakan. Banyak sekali ragam protein yang berkaitan dengan cytoskeleton, masing-masing mengontrol struktur sel dengan mengarahkan, menumpuk dan membariskan filamen-filamen. (3) Cytoplasma. Di dalam sebuah sel terdapat sebuah ruang yang dipenuhi oleh cairan yang disebut cytoplasma. Istilah "cytoplasma" merujuk pada campuran ion dan cairan pada zat di dalam sel dan organel-organel yang terkandung di dalamnya yang terpisahkan dari "sup" dalam sel ini dengan membrannya sendiri. Cytosol merujuk hanya pada cairannya, dan bukan pada organel-organel tersebut. (4) Material genetik. Dua jenis material genetik terdapat dalam setiap sel, yaitu deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Kebanyakan organisme menggunakan DNA sebagai tempat penyimpanan informasi jangka panjang, namun beberapa virus menggunakan RNA sebagai material genetik mereka. (4) Organel. Tubuh manusia memiliki berbagai organ, misalnya jantung, paru-paru dan ginjal, dan masing-masing organ memiliki fungsinya yang spesifik. Sebuah sel juga memiliki seperangkat organ kecil yang disebut organel yang secara khusus menjalankan satu atau lebih fungsi tertentu.






MITOKONDRIA

Mitokondria adalah sebuah organel yang terdapat pada sebagian besar sel-sel eukarotik, termasuk pada tanaman, hewan, fungi dan protist. Beberapa sel, misalnya protozoa trypanosome, memiliki sebuah mitokondrion yang sangat besar, namun biasanya sebuah sel memiliki ratusan atau ribuan mitokondria. Jumlah mitokondria bergantung pada tingkat aktivitas metabolisme suatu sel. Semakin banyak aktivitas, maka akan semakin banyak pula mitokondria-nya. Mitokondria bisa mencapai 25% dari keseluruhan cytosol.

Mitokondria seringkali disebut sebagai "pembangkit energi sel", karena fungsi utamanya adalah mengubah materi organik menjadi energi dalam bentuk ATP.

Mitokondria dapat memiliki berbagai bentuk, tergantung pada jenis selnya. Mitokondria dapat berbentuk seperti sosis dengan panjang 1 - 4 mikrometer. Ada pula mitokondria yang berbentuk seperti sebuah jaringan dengan banyak cabang. Pengamatan pada mitokondria yang terdapat pada sel-sel hidup menunjukkan bahwa mitokondria adalah organel dinamis yang dapat berubah bentuk dengan cepat. Selain itu, mitokondria juga dapat menggabungkan diri atau membelah diri menjadi dua bagian.

Bagian luar dari sebuah mitokondrion terdiri dari dua organel yang berbeda, yaitu membran luar dan membran dalam. Membran luar membungkus organel ini dengan sempurna dan berfungsi sebagai batas luarnya. Membran dalamnya berbentuk lipatan-lipatan ke dalam yang disebut cristae. Permukaan cristae ini merupakan tempat sebuah mesin yang bertanggung jawab mengurusi respirasi aerobik dan pembentukan ATP. Lipatan-lipatan tersebut memperbesar kapasitas mitokondria dalam melakukan tugasnya, karena memperbesar luasan membran dalamnya.

Adenosine Triphosphate (ATP)

Adenosine Triphosphate (ATP) adalah sebuah nukleotida yang dikenal di dunia biokimia sebagai zat yang paling bertanggung jawab dalam perpindahan energi intraseluler. ATP mampu menyimpan dan memindahkan energi kimia di dalam sel. ATP juga memiliki peran penting dalam produksi nucleic acids. Molekul-molekul ATP juga digunakan untuk menyimpan bahan pembentuk energi yang diproduksi oleh respirasi sel.

Secara kimiawi, ATP terdiri dari adenosine dan tiga kelompok phosphate. Rumus empirisnya adalah C10H16N5O13P3, sedangkan rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H. Massa molekularnya adalah sebesar 507.184 u. Kelompok phosphor yang dimulai dari AMP disebut sebagai phosphate alpha, beta dan gamma.

ATP dapat diproduksi oleh berbagai proses dalam sel, biasanya di mitokondria dengan oxydative phosphorylation yang mendapat pengaruh katalis oleh ATP synthase, atau pada tanaman terjadi di kloroplas dengan proses fotosintesis. Bahan bakar utama bagi pembentukan ATP adalah glukosa dan fatty acids. Awalnya, glukosa dipecah menjadi piruvat di cytosol. Dua molekul ATP terbentuk dari setiap molekul glukosa. Tahap akhir dari pembentukan ATP terjadi di mitokondrion dan bisa menghasilkan hingga 36 ATP.

Total jumlah ATP pada tubuh manusia adalah sekitar 0,1 mol. Energi yang digunakan oleh sel-sel tubuh manusia dihasilkan dari hidrolisis ATP sebesar 200-300 mol setiap harinya. Artinya, setiap molekul ATP didaur ulang 2000-3000 kali setiap harinya. ATP tidak dapat disimpan, karena itu, produksinya harus selalu mengikuti penggunaannya.

Sel-sel hidup memiliki nukleotid triphosphate lain yang juga berenergi tinggi, misalnya guanosine triphosphate. Antara ATP dan zat-zat triphosphate semacam ini, energi dapat dengan mudah dipindahkan dengan reaksi-reaksi seperti yang dikatalisasi oleh nucleoside diphosphokinase : Energi dilepaskan ketika hidrolisis dari ikatan phosphate-phosphate terjadi. Energi ini dapat digunakan oleh berbagai jenis enzim, protein-protein penggerak, dan protein-protein transpor untuk menyelesaikan kerja sel-sel tersebut. Di sisi lain, hidrolisis tersebut juga menghasilkan phosphate inorganik dan adenosine diphosphate (ADP), yang bisa dipecah lagi menjadi ion phosphate lain dan adenosine monophosphate (AMP). ATP juga dapat dipecah langsung menjadi AMP, dengan pembentukan pyrophosphate. Reaksi ini juga memberikan keuntungan sebagai sebuah proses irreversibel yang sangat efektif dalam aqueous solution.

Reaksi ADP dengan GTP

ADP + GTP ---> ATP + GDP

ENERGI

Energi adalah sebuah besaran fundamental yang dimiliki oleh setiap sistem fisik. Besaran ini memudahkan kita untuk memprediksikan besarnya kerja yang bisa dilakukan oleh sistem tersebut, atau berapa banyak panas yang dapat dipertukarkan olehnya. Di masa lampau, energi dibicarakan secara sederhana sebagai efek-efek yang dapat diamati darinya terhadap benda, atau perubahan bentuk dari sistem. Pada dasarnya, jika sesuatu mengalami perubahan, maka ada energi yang terlibat dalam perubahan tersebut. Seiring dengan penemuan bahwa energi dapat disimpan dalam sebuah benda, konsep energi mulai mengadopsi gagasan potensi perubahan sekaligus perubahan itu sendiri. Efek-efek semacam ini (baik potensial maupun yang sudah terjadi) muncul dalam berbagai bentuk; contohnya adalah energi listrik yang disimpan di dalam baterai, energi kimia tersimpan dalam makanan, energi thermal dari sebuah pemanas air yang dinyalakan, atau energi kinetik dari kereta yang tengah bergerak. Menetapkan energi sebagai "perubahan atau potensial perubahan", bagaimana pun, kurang tepat dalam menggambarkan berbagai bentuk energi yang terdapat di alam.

Energi dapat digunakan bukan hanya untuk menghasilkan perubahan yang dapat teramati, namun juga dapat digunakan untuk mencegah perubahan. Pengamatan energi semacam ini tanpa bantuan alat sangatlah sulit. Sebagai contoh, pada sebuah patung yang menerima beban 25 kg, keberadaan energi yang dibutuhkan untuk menerima beban tersebut tidak dapat diamati. Namun jika Anda menahan beban 25 kg menggantikan peran patung tersebut, maka kebutuhan energi untuk pekerjaan tersebut menjadi jelas. Anda bisa merasakan gaya gravitasi baik ketika tengah menggerakkan beban tersebut ke atas atau ketika Anda tidak menggerakkannya.

Energi dapat segera diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sebagai contoh, menggunakan baterai untuk menyalakan pemanas air berarti mengubah energi listrik menjadi energi thermal. Pada contoh sebelumnya (beban 25 kg), kerja yang Anda lakukan dengan mengangkat beban tersebut adalah energi kinetik gerak yang kemudian diubah menjadi energi potensial. Dengan menjatuhkan beban tersebut, maka energi potensial kembali berubah menjadi energi kinetik dengan pengaruh gaya gravitasi. Hukum Kekekalan Energi menjelaskan bahwa jumlah total energi yang dari sebuah sistem adalah konstan. Para ilmuwan juga telah mendefinisikan berbagai bentuk energi yang sulit diukur dengan pengamatan tanpa alat.

Satuan Internasional (SI) untuk energi dan kerja adalah Joule (J), yang diambil dari nama James Prescott Joule, tokoh yang melakukan berbagai eksperimen dalam mencari ekivalen mekanika bagi panas. Dalam istilah yang sedikit lebih fundamental, 1 Joule sama dengan 1 Newton-meter. Satuan energi yang digunakan dalam fisika partikel adalah electronvolt (eV). 1 eV setara dengan 1,602176462 x 0,0000000000000000001 J.

Kerja

Kerja adalah besarnya energi yang digunakan untuk menggunakan gaya dalam sebuah jarak. Melakukan kerja membutuhkan energi, dan karenanya, besarnya energi dalam sebuah sistem adalah batas dari banyaknya kerja yang dapat dilakukan oleh sistem tersebut.

Panas

Panas adalah energi yang biasanya dikaitkan dengan perubahan temperatur atau perubahan fasa pada benda. Dalam kimia, panas adalah besarnya energi yang dikeluarkan atau diserap oleh benda akibat sebuah reaksi kima. Hubungan antara panas dan energi serupa dengan hubungan antara kerja dan energi. Panas berpindah dari daerah bertemperatur tinggi ke daerah bertemperatur rendah. Setiap benda memiliki sejumlah energi dalam yang berkaitan erat dengan gerak bebas atom-atom atau molekul-molekulnya. Energi dalam ini berbanding lurus dengan temperatur benda tersebut. Besarnya energi yang berpindah sama dengan besarnya panas yang dipertukarkan. Seringkali orang salah karena menyamakan panas dengan energi dalam, namun ada sebuah perbedaan : perubahan energi dalam panas yang mengalir dari lingkungan ke dalam sistem ditambah besarnya kerja yang dilakukan oleh lingkungan terhadap sistem.

Mari kita coba meng-KAJI dulu apa yang terdapat di dalam tubuh kita, sesuai anjuran ALLAH SWT dalam QS Fushshilat ayat 53:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ﴿٥٣

53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

Bab 3

Jenis2 Pernafasan di LSB* HI:

(1) Nafas Perut


Nafas Perut adalah suatu teknik nafas dimana saat menghirup nafas menggunakan hidung, lalu perut dikembungkan sampai maksimal, TIDAK ADA tahan nafas, langsung dibuang melalui hidung.

Jadi, alurnya hidung-perut-hidung.

Lama menarik nafas & membuang nafas menyesuaikan, sekuatnya. Boleh 4 detik, 6 detik, 8 detik atau lebih. Hanya lebih lama lebih bagus.

Lakukan nafas perut ini sampai di perut terasa ada HAWA HANGAT dibandingkan suhu tubuh lainnya.

Jika susah melakukan nafas perut, silahkan berbaring, posisikan tubuh kita seperti mau tidur. Karena saat mau tidur, jika tidak ada gangguan pernafasan (sakit), pasti menggunakan nafas perut. Setelah tahu, silahkan lakukan sambil duduk/berdiri.

Nafas perut bisa dilakukan sambil duduk bersila, duduk bersimpuh, duduk di kursi atau berdiri. Hanya diusahakan PUNGGUNG TEGAK. Kecuali bagi mereka yang punya kelainan di punggung (misal menderita Skoliosis) bisa menyesuaikan, lakukan semampunya.

Fungsi nafas perut ini adalah untuk membuka jalur energi di sekitar solar plexus atau plexus solaris yang menjadi "gudang energi" atau "tempat penyimpanan energi", karena sumber energinya berasal dari sel tubuh.

Latih dulu nafas perut ini selama beberapa hari, sampai benar2 terasa , baru nanti kita lanjutkan pada materi selanjutnya.

(2) Nafas Dada

Nafas Dada adalah suatu teknik nafas dimana saat menghirup nafas menggunakan hidung, lalu dada dikembangkan sampai maksimal, ADA tahan nafas, setelah tidak kuat dibuang melalui mulut, dada dikempiskan.

Jadi, alurnya hidung-dada-mulut.

Lama menarik nafas, menahan nafas & membuang nafas menyesuaikan, sekuatnya. Boleh 4 detik, 6 detik, 8 detik atau lebih. Hanya lebih lama lebih bagus.

Lakukan nafas dada ini sampai di dada terasa ada HAWA HANGAT dibandingkan suhu tubuh lainnya.

Nafas perut bisa dilakukan sambil duduk bersila, duduk bersimpuh, duduk di kursi atau berdiri. Hanya diusahakan PUNGGUNG TEGAK. Kecuali bagi mereka yang punya kelainan di punggung (misal menderita Skoliosis) bisa menyesuaikan, lakukan semampunya.

Fungsi nafas perut ini adalah untuk membuka jalur energi di sekitar dada dan menyehatkan sel-sel serta organ di sekitar dada.

Latih dulu nafas dada ini selama beberapa hari, sampai benar2 terasa.

Bagi mereka yang mempunyai gangguan/masalah di paru-paru, jantung, saluran pernafasan, dengan sering2 melakukan nafas dada ini insya Allah akan banyak membantu mengatasi masalah/gangguan tsb.


0 comments:

Post a Comment